Perjanjian Internasional : kesepakatan untuk mengikatkan diri pada perjanjian dan reservasi

Hukum Perjanjian Internasional : kesepakatan untuk mengikatkan diri pada perjanjian dan reservasi

 

 

Cara-Cara Umum Pengikatan Diri

  • Penandatanganan
  • Ratifikasi
  • Accession
  • Adhesion

Pasal 12 KOnvensi

  1. Kesepakatan Negara untuk mengikatkan diri pada perjanjian dinyatakan dengan penandatangan oleh wakilnya jika
    1. Perjanjian itu menyatakan bahwa penandatangan itu akan mempunyai pengaruh
    2. Jika tidak maka akan disebutkan bahwa Negara-negara perunding telah menyetujui sebelumnya bahwa penandatanganan itu harus mempunyai pengaruh , atau
    3. Adanya kehendak dari Negara untuk memberikan bahwa pengaruh terhadap penandatangan tersebut muncul dari surat kuasa penuh dari wakilnya atau dinyatakan selama perundingan

Perbedaan antara :

  • Ratifikasi

Negara ikut serta dalam proses pembentukan perjanjian

  • Accession& adhesion

1.Negara tidak ikut serta dalam pembentukan perjanjian

2. Hanya pada perjanjian multilateral

Perbedaan antara:

  • Accession

Pengikatan diri terhadap seluruh perjanjian

  • Adhesion

Pengikatan diri terhadap ketentuan tertentu saja dari perjanjian

 

Reservation (pensyaratan) dan akibat hukumnya

Ide dasar Reservasi

  • Untuk memungkinkan perjanjian multilateral memperoleh peserta yang luas
  • Adanya kedaulatan yang dimiliki negara

Perumusan Reservasi (pasal 19 Konvensi wina)

Suatu Negara pada waktu melakukan penandatangan, ratifikasi, menerima, mengesahkan atau aksesi terhadap suatu perjanjian boleh mengajukan reservasi kecuali jika:

  1. Reservasi itu dilarang oleh perjanjian
  2. Perjanjian itu sendiri menyatakan bahwa hanya reservasi-reservasi tertentu yang tidak termasuk reservasi yang dipersoalkan, boleh diajukan
  3. Dalam hal tidak termasuk di dalam sub paragraph (a) dan (b), maka reservasi itu bertentangan dengan tujuan dan maksud perjanjian

Pasal 20 Konvensi Wina 1969

  • 1. reservasi yg diizinkan oleh perjanjian tidak memerlukan penerimaan oleh negara peserta lainnya
  • Jika penerapan perjanjian secara keseluruhan sebagai syarat utama untuk terikat oleh perjanjian maka reservasi memerlukan penerimaan seluruh peserta perjanjian
  • Jika perjanjian merupakan instrumen konstitusi organisasi internasional maka reservasi memerlukan penerimaan dari organ kompeten organisasi tersebut

Reservasi dapat dilakukan dengan :

  • Tidak memerlukan persetujuan negara peserta lainnya
  • Perlu persetujuan dari :
  1. Semua negara peserta
  2. Organ yang kompeten dari organisasi internasional ybs

 

Akibat hukum Pensyaratan / reservasi:

  • Merubah ketentuan yang disyaratkan dalam perjanjian
  • Memodifikasi akibat hukum ketentuan tertentu dalam hal pelaksanaannya oleh negara ybs

Prosedur reservasi

  • Reservasi, pernyataan menerima reservasi, menolak reservasi harus diformulasikan dalam dalam bentuk tertulis dan disampaikan kepada negara peserta lain dan negara yang berhak menjadi peserta
  • Jika reservasi diformulasikan pada saat penandatangan maka harus diformalkan pd saat meratifikasi atau mengikutsertai perjanjian.

Pembatalan reservasi, dan penolakan reservasi

  • Pembatalan/penarikan diri dari reservasi dapat setiap saat dilakukan dan tidak memerlukan penerimaan dari negara anggota atau organisasi
  • Pembatalan penolakan reservasi dapat dilakukan setiap sehat
  • Pembatalan reservasi dapat efektif setelah pemberitahuan tertulis di terima oleh peserta perjanjian lainnya
  • Pembatalan penolakan reservasi dapat efektif setelah pemebritahuan tertulis diterima oleh negara pengaju reservasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: