Sosiologi Hukum : Lengkap 2

  • Sosiologi hukum awalnya para ahli hukum hanya memperhatikan masalah QUID JURIS saja dan para sosiolog hanya menguraikan QUID FACTI saja (dua dunia ilmu yang berbeda) sehingga untuk mempertahankan hidupnya sosiologi hukum harus melawan dua kubu yaitu sosiologi dan ahli hukum yang menggugat sahnya sosiologi hukum sebagai bidang ilmu yang berdiri sendiri
  • Sosiologi hukum dianggap akan menghancurkan hukum sebagai norma, sebagai asas yang mengatur fakta-fakta,dan sebagai suatu penilaian. Menurut roscoe pound kemajuan terpenting dalam ilmu hukum modern adalah perubahan pandangan dari analitis kepada pandangan fungsional O.W Holmes. Kehidupan hukum itu tidak menurut logika, melainkan merupakan pengalaman
  • Positivisme hukum saat ini tidak siap melayani kebutuhan masyarakat, yang disebabkan:
  1. Kemajuan teknologi
  2. Terus berkembangnya cara pandang yang bersifat positivistic (kritis)
  3. Perubahan cara pandang, perkembangan masyarakat dan hukum
  4. Produk hukumnya hanya melegitimasi kepentingan-kepentingan tertentu
  5. Hanya untuk melahirkan effective lawyers
  • Menurut aag peters sosiologi hukum tidak dapat dirumuskan secara tegas dengan batas-batas yang tegas. Sosiologi hukum bukan sekedar berorientasi pada fakta-fakta empiris yang bebas nilai, tetapi untuk memahami sosiologi hukum harus dapat melihat nilai-nilai hukum dari realisasinya dalam kehidupan sosial.
  • Norma hukum harus ada nilai-nilai moral, etika, sopan santun, agama dan berbagai kepentingan hukum modern telah mengabaikan nilai-nilai tersebut karena rumusan pasalnya kering dengan nilai-nilai norma hukum hendaknya mengandung nilai keadilan nilai kepastian dan nilai kemanfaatan (kegunaan)

 

TIGA DIMENSI HUKUM

  1. Mempelajari masalah keadilan dari hukum
  2. Normativitas dari hukum
  3. Realitas dari hukum

Yang menjadi ruang lingkup sosiologi hukum

  • Realitas dari hukum karena sosiologi hukum menyoroti hubungan timbale balik antara hukum dengan proses-proses sosial

KARAKTERISTIK STUDI HUKUM SECARA SOSIOLOGIS

  1. Tujuan
  • Menjelaskan praktek-praktek hukum apa
  • Menguji kesahihan empiris (empirical validity)
  • Tidak memberikan penilaian terhadap hukum
  1. Praktek-praktek hukum
  • Pembuatan undang-undang,penerapan,pengadilan dll
  • Bagaimana pelaksanaan peraturan itu,normative atau sosiologis
  • Mentaati dan yang menyimpang dari hukum merupakan obyek kajian sosiologi hukum
  1. Pengaruh factor
  • Latar belakang (sosial,pendidikan , dsb)
  • Tergantung paham yang dianut
  • Ilmu-ilmu sosial di luar ilmu hukum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: