Hukum Siber :Cyber Crime (Sex)

Keprihatinan dunia terhadap Eksploitasi Sex Anak-anak & Pornogafi Anak

Antara lain :

  • The first World Congress Against Commercial Sexual Exploitation of Children, Stockholm, 27 – 31 August 1996
  • International Conference
    on “Combatting Child Pornography on the Internet”, Vienna, Hofburg, 29 September – 1 October 1999

Cyber Crime Masalah Global/ Internasional

  • Kongres PBB VIII/1990 di Havana,
  • Kongres PBB X/2000 di Wina, dan
  • Kongres PBB XI/2005 di Bangkok
  • Council of Europe Cybercrime Convention 2001 di Budapest.

SISI POSITIF TEKNOLOGI MAJU

  • e-mail,
  • e-commerce,
  • e-learning,
  • “EFTS” (Electronic Funds Transfer System),
  • “Internet Banking”,
  • “Cyber Bank”,
  • “On-line Business” dsb.

SISI NEGATIF TEKNOLOGI MAJU

Muncul berbagai jenis “hitech crime” dan “cyber crime“,

  • economic cyber crime,
  • EFT (Electronic Funds Transfer) Crime,
  • Cybank Crime, Internet Banking Crime, On-Line Business Crime,
  • Cyber/Electronic Money Laundering,
  • Hitech WWC (white collar crime),
  • Internet fraud (Bank fraud, Credit card fraud, On-line fraud),
  • cyber terrorism,
  • cyber stalking,
  • cyber sex, cyber (child) pornography, cyber defamation, cyber-criminals, dsb.

PENGERTIAN CYBERSEX/COMPUTER SEX

  • penggunaan internet untuk tujuan-tujuan seksual
  • penggunaan komputer untuk setiap bentuk ekspresi/kepuasan seksual
  • bentuk baru dari keintiman (a new type of intimacy)
  • bentuk baru dari perzinahan/ hubungan gelap (illicit sexual relations)
  • “virtual sex expression/gratification”
  • “virtual sex encounter” atau “sex on-line”;

Wikipedia (ensiklopedia bebas)

  • Cybersex” atau “computersex” adalah “pertemuan sex secara virtual/maya antara dua orang atau lebih yang terhubung melalui jaringan internet dengan mengirimkan pesan-pesan seksual yang menggam-barkan suatu pengalaman seksual”.
  • Cybersex/computersex merupakan bentuk permainan-peran (role-playing) di antara para partisipan yang berpura-pura atau menganggap dirinya melakukan hubungan seksual secara nyata, dengan menggambarkan sesuatu untuk mendorong perasaan/fantasi seksual mereka.
  • Cybersex ini terkadang disebut juga dengan istilah “cybering

PER-UU-AN SAAT INI YANG TERKAIT DELIK KESUSILAAN

  • KUHP
  • UU Pers (UU NO 40/1999)
  • UU Penyiaran (No. 32/ 2002)

KUHP (Yang berkaitan dg. sex, pelanggaran susila, porno, cabul)

“kejahatan kesusilaan”

  • melanggar kesusilaan di muka umum (Pasal 281);
  • menyiarkan, mempertunjukkan, membuat, menawarkan dsb. tulisan, gambar, benda yang melanggar kesusilaan/bersifat porno (Psl. 282-283);
  • melakukan zina, perkosaan dan lain-lain yang berhubungan dengan melakukan atau menghubungkan/ memudahkan perbuatan cabul dan hubungan seksual (Pasal 284-296);

“pelanggaran kesusilaan”

  • mengungkapkan/mempertunjukkan sesuatu yang bersifat porno (Pasal 532-535);

Pasal 282 KUHP

  • menyiarkan, mempertunjukkan atau menempelkan di muka umum tulisan, gambaran atau benda yang melanggar kesusilaan,
  • membikin tulisan, gambaran atau benda tersebut (dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum),
  • memasukkannya ke dalam negeri, meneruskannya, mengeluarkannya dari negeri, atau mempunyainya dalam persediaan (dengan maksud untuk disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum); atau
  • menawarkannya atau menunjukkannya sebagai bisa diperoleh (tanpa unsur di muka umum);

Pasal 283 KUHP

  • menawarkan, memberikan, menye-rahkan atau memperlihatkan tulisan, gambaran atau benda yang melanggar kesusilaan kepada seorang yang belum cukup umur, dan yang diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa umurnya belum tujuh belas tahun;

Pasal 533 KUHP

  • Di tempat lalu lintas umum, mempertunjukan atau menempelkan tulisan gambar atau benda, yang mampu membangkitkan/merangsang nafsu birahi para remaja;
  • menawarkan maupun menunjuk sebagai bisa didapat tulisan, gambar atau barang yang dapat merangsang nafsu birahi para remaja (tanpa unsur di tempat umum);
  • menawarkan, memberikan, menyerahkan atau memperlihatkan gambar atau benda yang demikian (yang dapat membangkitkan nafsu birahi), pada seorang yang belum cukup umur dan dibawah umur tujuh belas tahun (tanpa unsur di tempat umum);

UU No. 32/2002 (Penyiaran)

  • Psl. 57 jo. 36 (5) mengancam pidana terhadap SIARAN yang (antara lain) menonjolkan unsur cabul.
  • Psl. 57 jo. 36 (6) mengancam pidana terhadap SIARAN yang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia.
  • Psl. 58 jo. 46 (3) mengancam pidana terhadap SIARAN IKLAN NIAGA yang di dalamnya memuat (antara lain) :
    • hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan masyarakat dan nilai-nilai agama; dan/atau
    • eksploitasi anak di bawah umur 18 tahun.

UU PERS (No. 40/1999)

  • Pasal 13 : Perusahaan pers dilarang memuat iklan, a.l. : (a) yang berakibat merendahkan martabat suatu agama dan atau mengganggu kerukunan hidup antar umat beragama, serta bertentangan dengan rasa kesusilaan masyarakat;
  • Pasal 18 (2) : Perusahaan pers yang melanggar Pasal 13 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). à BNA : KURANG EFEKTIF.

Kelemahan HP Positif

  • Kelemahan jurisdiksi teritorial.
  • tidak adanya penentuan kualifikasi delik (dalam UU No. 32/2002 Penyiaran),
  • tidak adanya ketentuan tentang per-tanggungjawaban pidana korporasi (UU:32/2002 & UU Pers No. 44/1999)
  • Hanya diancam pidana denda yg ringan untuk ukuran suatu Perusahaan Pers (dalam UU Pers).

KONSTRUKSI HUKUM CYBERSEX = ZINA

CUKUP BERALASAN, mengingat :

  • Pasal 284 tidak memberikan batasan juridis tentang zina & tidak menyebutkan unsur-unsur zina secara eksplisit;
  • adanya unsur “hubungan seksual/persetubuhan secara fisik” hanya merupakan pendapat umum, teori/doktrin, dan jurisprudensi yang didasarkan pada paradigma/ konsep perbuatan materiel/fisik,
  • saat ini ada perkembangan konsep perbuatan secara fungsional dan secara keilmuan;
  • Pengertian hukum dgn. paradigma fungsional dan paradigma keilmuan sudah digunakan dalam praktek pembuatan UU dan jurisprudensi a.l. Arrest listrik (HR 23 Mei 1921) dan kasus pembobolan dana BNI 1946 New York Agency melalui komputer (putusan Mahkamah Agung RI 1988)
  • Dalam sumber artikel di internet dinyatakan, bahwa cyber sex merupakan “adultery” (zinah).
  • dari sudut pandang agama Islam, cybersex itu merupakan zina (a.l. menurut Dr. Muzammil H. Siddiqi, mantan President of the Islamic Society of North America) .

Dr. Muzammil H. Siddiqi (mantan President of the Islamic Society of North America)

Zina according to Shari`ah is any illicit sexual intercourse. Thus pre-marital sex, extra marital sex and homosexuality are all considered Zina according to Islamic law. Zina is a major sin (Kabirah); It is absolutely forbidden. Islam does not only forbid illicit sexual intercourse, but also forbids anything that leads to this sin and crime. ‘Cyber sex’, ‘phone sex’, etc. are those activities that can lead to Zina”

 

One Response to Hukum Siber :Cyber Crime (Sex)

  1. Jacobian says:

    oh cybersex ya.sepertinya nikmat tuh.hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: