Teori dan hukum Perundang-undangan : Lengkap dasar-dasar

  • Wettlijke Regeling

    Peraturan perUndang-undangan yang berisi peraturan yang mengikat secara umum (Algene Vierbindende Voor Schriften)

Istilah-istilah TPU

  • Peraturan perundang-undanganàbetul, (atur-UU)
  • Perundang-undanganà betul, (UU)
  • Peraturan undanganàsalah, (Undang=ajakan)
  • Perundanganà salah (undangan=ajakan)
  • Peraturan Negaraàsalah (aturan Negara terlalu luas)

     

 

  • WET IN MATERIELE ZIN

    Setiap keputusan yang dibentuk oleh Regering dan Staten Generaal, maupun keputusan-keputusan lain yang dibentuk oleh lembaga-lembaga lainnya, selain Regering dan Staten Generaal, asalkan isinya adalah peraturan yang mengikat umum.
    Jadi melihat isinya bukan siapa yang membentuk

 

  • WET IN FORMELE ZIN

    Setiap keputusan yang dibuat oleh Regering dan Staten Generaal, terlepas apakah isinya suatu penetapan (beschikking) atau peraturan (regeling).

    Jadi dilihat dari siapa pembentuknya, yaitu Regering dan Staten Generaal.

     

  • FORMELE GESETZ/FORMELE WETTEN/WET

    Diartikan sebagai undang-undang yaitu suatu keputusan yang dibentuk oleh Presiden bersama-sama (dengan persetujuan) DPR.

     

  • Wet in Formele Zin = Undang-Undang (UU)
  • Wet in Materiele Zin = Peraturan Perundang-undangan

Pengertian Hukum

  • E. UTRECHT

Hukum adalah himpunan petunjuk-petunjuk hidup (perintah-perintah dan larangan-larangan) yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat, dan oleh karena itu seharusnya ditaati oleh anggota masyarakat ybs.

  • Mochtar Kusumaatmadja

Hukum itu tidak saja merupakan keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat melainkan meliputi pula lembaga-lembaga (institutions) dan proses-proses yang mewujudkan berlakunya kaidah-kaidah itu dalam kenyataan.

  • Bagir Manan dan Kuntana Magnar

Peraturan Perundang-undangan adalah setiap putusan tertulis yang dibuat, ditetapkan dan dikeluarkan oleh lembaga dan atau pejabat negara yang mempunyai (menjalankan) fungsi legislatif sesuai dengan tata cara yang berlaku.

Pengertian Peraturan Perundang-undangan

  • PJP Tak (Rechtsvorming in Nederland)

Peraturan Perundang-undangan adalah setiap keputusan tertulis yang dikeluarkan pejabat berwenang, yang berisi aturan tingkah laku yang bersifat dan mengikat secara umum.

Pengertian Undang-Undang

  • d.a. materiil ,Undang-undang adalah setiap keputusan tertulis yang dikeluarkan pejabat berwenang yang berisi aturan tingkah laku yang bersifat atau mengikat secara umum.
  • d.a. formal, Undang-undang adalah keputusan tertulis sebagai hasil kerjasama antara pemegang kekuasaan eksekutif dan legislatif yang berisi aturan tingkah laku yang bersifat atau mengikat secara umum.

CIRI-CIRI ATAU SIFAT-SIFAT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

  • BERSIFAT TERTULIS DAN OLEH KARENANYA MEMILIKI BENTUK/FORMAT TERTENTU;
  • DIBENTUK OLEH PEJABAT YANG BERWENANG, BERDASARKAN KETENTUAN YANG BERLAKU;
  • BERSIFAT MENGATUR (REGULEREND);
  • MENGIKAT SECARA UMUM (ALGEMENE BINDENDE VOORSCHRIFTEN);

JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENURUT TAP MPRS NO.XX/MPRS/1966

  • UNDANG-UNDANG DASAR RI 1945;
  • KETETAPAN MPR (S);
  • UNDANG-UNDANG/PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG;
  • PERATURAN PEMERINTAH;
  • KEPUTUSAN PRESIDEN;
  • PERATURAN-PERATURAN PELAKSANAAN LAINNYA,

SEPERTI:

* PERATURAN MENTERI,

* INSTRUKSI MENTERI,

* DAN LAIN-LAINNYA.

JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENURUT TAP MPR NO.III/MPR/2000

  • UUD 1945
  • TAP MPR
  • UU
  • PERPU
  • PP
  • KEPRES
  • PERDA

JENIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENURUT UU No. 10 TAHUN 2004

  • UUD 1945
  • UU/PERPU
  • PP
  • PERPRES
  • PERDA

PRINSIP TATA URUTAN

  • PERATURAN PERUNDANG-UNDANG YANG LEBIH RENDAH TIDAK DAPAT MENGUBAH ATAU MENGESAMPINGKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG LEBIH TINGGI, TETAPI SEBALIKNYA DAPAT;
  • SUATU PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN HANYA DAPAT DICABUT ATAU DIUBAH DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG SEDERAJAT ATAU YANG LEBIH TINGGI DERAJATNYA;
  • KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG LEBIH RENDAH TIDAK MEMPUNYAI KEKUATAN HUKUM DAN TIDAK MENGIKAT APABILA BERTENTANGAN DENGAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG LEBIH TINGGI;
  • MATERI MUATAN YANG SEHARUSNYA DIATUR OLEH PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG LEBIH TINGGI TIDAK DAPAT DIATUR OLEH PERUNDANG-UNDANGAN YANG LEBIH RENDAH.

ASAS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN (PURNADI PURBACARAKA & SOERJONO SUKANTO)

  1. UNDANG-UNDANG TIDAK BERLAKU SURUT;
  2. UNDANG-UNDANG YANG DIBUAT OLEH PENGUASA YANG LEBIH TINGGI, MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG LEBIH TINGGI PULA;
  3. LEX SPECIALIS DEROGAT LEX GENERALIS;
  4. LEX POSTERIORE DEROGAT LEX PRIORI;
  5. UNDANG-UNDANG TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT;
  6. UNDANG-UNDANG SEBAGAI SARANA MENCAPAI KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DAN MATERIAL MASYARAKAT.

ASAS PERATURAN PERUNDANG-UNDANG (AMIROEDDIN SYARIF)

  1. ASAS TINGKATAN HIERARKI;
  2. UNDANG-UNDANG TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT;
  3. LEX SPECIALIS DEROGAT LEX GENERALIS;
  4. UNDANG-UNDANG TIDAK BERLAKU SURUT;
  5. LEX POSTERIORI DEROGAT LEX PRIORI.

SISTEM HUKUM (LEGAL SYSTEM)

  1. EROPA KONTINENTAL/CIVIL LAW TRADITION/CODIFIED LEGAL SYSTEM;
  2. ANGLO SAXON/CASE LAW SYSTEM;

3. SOCIALIST LAW TRADITION;

  1. THE MOSLEM LEGAL TRADITION;
  • SISTEM HUKUM KOMBINASI/CAMPURAN (ada unsur-unsur dari sistem hukum yang lain,dimana tidak ada unsur yang dominan).

CIRI-CIRI SISTEM HUKUM

  • SISTEM HUKUM EROPA KONTINENTAL
  1. SENDI UTAMANYA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN;
  2. HUKUM LEBIH BANYAK DIBENTUK MELALUI PERUNDANG-UNDANGAN;
  3. KECENDERUNGAN DILAKUKAN KODIFIKASI DAN MODIFIKASI;
  4. HUKUM SEBAGAI ALAT “SOCIAL ENGINEERING” ATAU “SOCIAL MODIFICATION”;
  5. HUKUM SEBAGAI PENGARAH DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT YANG HENDAK DICAPAI (FUNGSI HUKUM DIREKTIF).
  • SISTEM ANGLO SAXON
  1. DIMULAI DARI KASUS-KASUS KONGKRIT, KEMUDIAN DIBENTUK KAEDAH-KAEDAH HUKUM UMUM;
  2. PUTUSAN HAKIM MENJADI SENDI UTAMA DALAM PEMBENTUKAN HUKUM;
  3. DIBENTUK PRESEDEN DALAM MEMUTUS SUATU PERKARA, PUTUSAN HAKIM TERDAHULU MENJADI “ACUAN” BAGI HAKIM BERIKUTNYA;

SISTEM SOSIALIS DAN SISTEM HUKUM ISLAM

  • ADA CIRI-CIRI KHUSUS YANG DIJADIKAN DASAR PEMBENTUKAN HUKUM, YAITU DASAR FALSAFAH SOSIALIS DAN AJARAN AGAMA ISLAM;
  • ADA TRADISI-TRADISI YANG MIRIP/SAMA DENGAN SISTEM HUKUM EROPA KONTINENTAL MAUPUN SISTEM HUKUM ANGLO SAXON.
  • ADA KOMBINASI DARI BERBAGAI SISTEM YANG DITERAPKAN.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: