Filsafat hukum : Positivisme hukum

Subaliran Positivisme Hukum

  • Aliran Hukum Positif Analitis (Analytical Jurisprudence) – John Austin
  • Aliran Hukum Murni (Reine Rechtlehre) – Hans Kelsen

Aliran Hukum Positif Analitis (Analytical Jurisprudence)

  • Command of the Lawgiver
  • Hukum Sebagai suatu sistem yang logis, tetap dan bersifat tertutup.
  • Empat unsur penting sesuatu dikatakan hukum :
    • Perintah (Command)
    • Sanksi (Sanction)
    • Kewajiban (Duty)
    • Kedaulatan (Sovereignty)

Austin Membagi Hukum Atas :

  • Hukum Ciptaan Tuhan
  • Hukum yang dibuat Manusia, yang terdiri dari :
    • Hukum dalam Artian yang sebenarnya, yaitu yang disebut sebagai hukum positif.
    • Hukum dalam arti yang tidak sebenarnya, yaitu hukum yang tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum. Jenis ini tidak dibuat atau ditetapkan oleh penguasa yang berdaulat.

Aliran Hukum Positif Analitis (Analytical Jurisprudence)

  • Ajarannya tidak berkaitan dengan penilaian baik dan buruk, sebab penilaian ini berada di luar bidang hukum
  • Apa yang dimaksud dengan kaidah moral, secara yuridis tidak penting bagi hukum walau diakui ada pengaruhnya terhadap masyarakat.
  • Pandangannya bertentangan, baik dengan ajaran hukum alam maupun dengan mazhab sejarah.
  • Hakikat hukum semata-mata adalah perintah – semua hukum positif merupakan perintah dari penguasa berdaulat.

Aliran Hukum Positif Analitis (Analytical Jurisprudence)

  • Masalah kedaulatan tidak perlu dipersoalkan, sebab berada dalam ruang lingkup dunia politik/sosiologi – hendaknya dianggap sebagai sesuatu yang telah ada dalam kenyataan
  • Ajaran Austin dan aliran hukum positif pada umumnya kurang/tidak memberikan tempat bagi hukum yang hidup dalam masyarakat (Lili Rasjidi, 1985)

Ciri-ciri Positivisme Hukum
Menurut HLA Hart

  1. Hukum Merupakan perintah dari manusia (Command of human being)
  2. Tidak ada hubungan mutlak/penting antara hukum di satu sisi dengan moral di pihak lain, atau antara hukum yang berlaku dengan hukum yang sesungguhnya.
  3. Analisis terhadap konsepsi hukum dinilai penting untuk dilakukan dan harus dibedakan dari studi yang historis maupun sosiologis, dan harus dibefakan pula dari penilaian yang bersifat kritis.
  4. Pengertian bahwa sistem hukum merupakan sistem yang logis dan bersifat tertutup, dan didalamnya keputusan-keputusan hukum yang tepat/benar biasanya dapat diperoleh dengan alat-alat logika dari peraturan-peraturan hukum yang telah ditentukan sebelumnya tanpa memperhatikan tujuan-tujuan sosial, politik, dan ukuran-ukuran moral.
  5. Bahwa pertimbangan-pertimbangan moral tidak dapat dibuat atau dipertahankan sebagai pernyataan kenyataan yang harus dibuktikan dengan argumentasi rasional, pembuktian atau percobaan.

Aliran Hukum Murni (Reine Rechtlehre) Hans Kelsen

  • Hukum harus dibersihkan dari anasir-anasir yang nonyuridis, seperti unsusr sosiologis, politis, historis, bahkan etis.
  • Yang dipersoalkan oleh hukum bukanlah “bagaimana hukum itu seharusnya (what the law ought to be) tetapi “apa hukumnya” (what the law is).
  • Yang dipakai adalah hukum positif (ius constitutum) bukan yang dicita-citakan (ius constituendum).
  • Dikenal juga yang melahirkan Stuffentheorie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: