Filsafat hukum : Mazhab sejarah

Friedrich Karl von Savigny
(1770-1861)

Pokok-pokok Pemikiran von Savigny

  • Masing-masing bangsa memiliki ciri yang khusus dalam berbahasa. Hukum pun demikian.
  • Karena tidak ada bahasa yang universal, tiada pula hukum yang universal.
  • Hukum timbul bukan karena perintah penguasa atau karena kebiasaan, tetapi karena keadilan yang terletak di dalam jiwa bangsa itu (instinktif).
  • Jiwa bangsa (Volkgeist) itulah yang menjadi sumber hukum.
  • Das Rechts wird nicht gemacht, es ist und wird mit dem Volke.
  • Hukum tidak dibuat, tetapi ia tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Georg Friedrich Puchta

(1798-1846)

  • Puchta membedakan pengertian bangsa ini dalam dua jenis :
    • Bangsa dalam pengertian etnis, yang disebutnya “bangsa alam”.
    • Bangsa dalam arti nasional sebagai kesatuan organis yang membentuk satu negara.

    

    Adapun yang memiliki hukum yang sah hanyalah bangsa dalam pengertian nasional (negara). Sedangkan “bangsa alam” memiliki hukum sebagai keyakinan belaka.    

  • Menurut Puchta, keyakinan hukum yang hidup dalam jiwa bangsa harus disahkan melalui kehendak umum masyarakat yang terorganisasi dalam negara.
  • Negara mengesahkan hukum itu dengan membentuk undang-undang.
  • Adat istiadat bangsa hanya berlaku sebagai hukum sesudah disahkan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: