Hukum Perdata Internasional : Persoalan Pendahuluan

Persoalan pendahuluan, Keputusan terakhir dari suatu persoalan HPI yang diajukan di hadapan hakim suatu Negara tergantung dari pemecahan terlebih dahulu daripada suatu persoalan lain.

Contoh

  • Perkawinan “bukan gerejani” dari janda yunani.

    Misalnya kita menghadapi persoalan HPI tentang warisan, menurut HPI Indonesia warisan diatur menurut hokum nasional si pewaris. Seorang warganegara yunani telah meninggal di Indonesia dan meninggalkan harta benda, maka persoalan warisannya harus diselesaikan menurut hokum yunani. Ia telah menikah dengan seorang perempuan bukan yunani, perkawinan mana dilangsungkan di luar negri yunani dan hanya di hadapan Pegawai Catatan Sipil belaka, tanpa di gereja. Menurut hokum yunani perkawinan demikian adalah tidak sah, Kalau dipakai hokum yunani maka sang janda tidak akan menerima apa-apa. Sebaliknya jika dipakai hokum Indonesia, maka perkawinan tersebut adalah sah

     

    Dalam contoh ini persoalan warisan adalah persoalan pokok, sedangkan pertanyaan mengenai sah tidak nya perkawinan antara si pewaris junani dengan perempuan bersangkutan adalah persoalan pendahuluan. Persoalan mengenai status sang perempuan ini harus terlebih dahulu diselesaikan sebelum dapat diambil keputusan dalam perkara warisan bersangkutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: