Hukum Pengangkutan laut : Abk dan nahkoda

Kewajiban,

Nahkoda

  1. Nakhoda wajib bertindak dengan kepandaian, ketelitian dan dengan

    kebijaksanaan yang cukup untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.

  2. Nakhoda wajib menaati dengan seksama peraturan yang lazim dan

    ketentuan yang ada untuk menjamin kesanggupan berlayar dan keamanan

    kapal, keamanan para penumpang dan pengangkutan muatannya.

    Ia tidak akan melakukan perjalanannya, kecuali bila kapalnya untuk

    melaksanakan itu memenuhi syarat, dilengkapi sepantasnya dan diberi

    anak buah kapal secukupnya.

  3. Nakhoda wajib menggunakan pandu, di mana pun bila peraturan

    perundang-undangan, kebiasaan atau kewaspadaan mengharuskannya.

  4. Nakhoda wajib mengurus barang yang ads di kapal milik penumpang yang

    meninggal selama perjalanan, di hadapan dua orang penumpang membuat

    uraian secukupnya mengenai hal itu atau menyuruh membuatnya, yang

    ditanda-tangani olehnya dan oleh dua orang penumpang tersebut.

  5. Nakhoda harus dilengkapi di kapal dengan: (KUHD 432.) surat laut

    atau pas kapal, surat ukur dan petikan dari register kapal yang

    memuat semua pembukuan yang berkenaan dengan kapal sampai hari

    keberangkatan terakhir dari pelabuhan Indonesia. daftar anak buah kapal, manifes

    muatan, carter partai dan konosemen, ataupun salinan surat itu; Peraturan perundang-undangan dan reglemen yang berlaku di Indonesia

    terhadap perjalanan, dan segala surat lain yang diperlukan Terhadap carter partai dan konosemen, kewajiban ini tidak berlaku

    dalam keadaan yang ditetapkan oleh Kepala Departemen Marine

  6. Nakhoda berusaha agar di kapal diselenggarakan buku harian kapal

    (register harian atau jurnal), di mana semua hal yang penting yang

    terjadi dalam perjalanan dicatat dengan teliti.

    Nakhoda sebuah kapal yang digerakkan secara mekanis, di samping itu

    harus berusaha agar oleh seorang personil kamar mesin

    diselenggarakan buku harian mesin

  7. Nakhoda dan pengusaha kapal wajib memberikan kesempatan kepada

    orang-orang yang berkepentingan atas permintaan mereka untuk melihat

    buku harian, dan dengan pembayaran biayanya memberikan salinannya

  8. Nakhoda wajib dalam 48 jam setelah tibanya di pelabuhan darurat atau

    di pelabuhan tujuan akhir, menunukkan atau menyuruh menunjukkan buku

    harian kapal atau buku harian kepada pegawai pendaftaran anak buah

    kapal, dan minta agar buku itu ditandatangani oleh pegawai tersebut

    sebagai tanda telah dilihatnya

  9. Nakhoda wajib memberi pertolongan kepada orang-orang yang ada dalam

    bahaya, khususnya bila kapalnya tertibat dalam tubrukan, kepada

    kapal lain yang terlibat dan orang-orang yang ada di atasnya, dalam

    batas kemampuan nakhoda tersebut, tanpa mengakibatkan kapalnya

    sendiri dan penumpangpenumpangnya tersebut ke dalam bahaya besar.

    Di samping itu ia wajib, bila hal ini mungkin baginya,

    memberitahukan kepada kapal lain yang terlibat dalam tubrukan itu,

    nama kapalnya, pelabuhan tempat kapal terdaftar, dan pelabuhan

    tempat kedatangan dan tempat tujuannya.

    Bila kewajiban ini tidak dipenuhi oleh nakhoda, hal ini tidak

    memberi kepadanya hak tagih terhadap pengusaha kapal.

  10. Nakhoda kapal Indonesia yang bertujuan ke Indonesia, dan sedang

    berada di pelabuhan luar Indonesia, wajib membawa ke Indonesia,

    pelaut-pelaut berkewarganegaraan Indonesia dan penduduk Indonesia,

    yang berada di sana dan membutuhkan pertolongan, bila di kapal ada tempat untuk mereka

Anak Buah Kapal

  1. Selama anak buah kapal berada dalam dinas di kapal, ia wajib melaksanakan perintah nakhoda dengan seksama
  1. Tanpa izin nakhoda, anak buah kapal tidak boleh meninggalkan kapal.

Dilarang

Nahkoda

  1. Nakhoda tidak boleh meninggalkan kapalnya selama pelayaran atau bila

    ada bahaya mengancam, kecuali bila ketidakhadirannya mutlak perlu

    atau dipaksa untuk itu oleh ikhtiar penyelamatan diri

Anak Buah Kapal

  1. Anak buah kapal tidak boleh membawa atau mempunyai minuman keras atau senjata di kapal tanpa izin nakhoda.

Kewenangan dan Hak

Nahkoda

  1. Setelah tiba di suatu pelabuhan, nakhoda dapat menyuruh pegawai yang berwenang untuk membuat keterangan kapal mengenai kejadian dalam perjalanan.
  2. Bila sangat diperlukan, demi keselamatan kapal atau muatannya, nakhoda berwenang untuk melemparkan ke laut atau memakai habis perlengkapan kapal dan bagian dari muatan.
  3. Nakhoda dalam keadaan darurat selama perjalanan berwenang untuk mengambil dengan membayar ganti rugi, bahan makanan yang ada pada para penumpang atau yang termasuk muatan, untuk digunakan demi kepentingan semua orang yang ada di kapal.
  4. Nakhoda mempunyai kekuasaan disipliner atas anak buah kapal. Untuk mempertahankan kekuasaan ini ia dapat mengambil tindakan yang selayaknya diperlukan.
  5. Nakhoda mempunyai kekuasaan di kapal atas semua penumpang. Mereka wajib menaati perintah yang diberikan oleh nakhoda untuk kepentingan keamanan atau untuk mempertahankan ketertiban dan disiplin.

Anak Buah Kapal

  1. Setiap anak buah kapal di kapal harus diberi kesempatan untuk melihat daftar anak buah kapal dan perjanjian yang menyangkut dirinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: