Hukum Bisnis Internasional : Aliansi strategis Perusahaan-perusahaan Multinasional: Internasional Bisnis

Perkembangan ini seakan-akan beralih dari pola investasi lama ke Negara-negara sedang berkembang menjadi suatu pola yang berkembang luas dalam bentuk kerja sama patungan ,lisensi, dan lain sebagainya antara perusahaan Negara berkembang dan perusahaan Negara maju. Kehadiran perusahaan-perusahaan internasional di Negara berkembang dalam rangka investasi dirasa lebih menguntungkan dilihat dari sudut mikro maupun makro terutama dari segi ketenagakerjaan alih teknologi, arus keuangan dan manajemen.

Negara-negara berkembang perlu melakukan introspeksi sekaligus perbaikan terhadap kelemahan-kelemahannya dengan cara mempelajari serta memahami perkembangan strategi aliansi dan investasi yang dilakukan oleh Negara-negara maju. Disamping risiko investasi dan ketidakpastian nya relative lebih kecil daripada risiko investasi di Negara-negara berkembang dalam hal mana, misalnya, investasi di Negara-negara maju lebih meringankan investor dalam penyediaan modal, tenaga kerja terampil ,manajemen, pasar dan teknologi.

Disamping risiko investasi (country risk) dan ketidakpastian nya relative lebih kecil daripada risiko investasi di Negara-negara berkembang dalam hal mana, misalnya,investasi di Negara-negara maju lebih meringankan investor dalam penyediaan modal, tenaga kerja terampil, manajemen, pasar dan teknologi. Apalagi kemajuan teknologi dapat mengurangi keunggulan komparatif Negara berkembang di bidang tenaga kerja murah. . Faktor tenaga kerja murah yang semula menjadi keunggulan komparatif dan pendorong investasi asing perusahaan-perusahaan multinasional tidak lagi menarik, karena akhirnya mahal sehubungan dengan langkanya keterampilan dan rendahnya tingkat pendidikan.

Teori daur hidup produk kiranya melatarbelakangi pergeseran factor produksi Negara-negara berkembang. Pada dasarnya teori tersebut beranggapan bahwa produk-produk baru lebih cenderung untuk dibuat di Negara-negara maju sementara Negara-negara berkembang seharusnya memiliki keunggulan dalam fabrikasi barang dagang yang mencapai tahap kematangan. Namun pada saat suatu barang mencapai kematangan, terdapat kecenderungan perlunya pasar yang lebih besar di wilayah Negara berkembang, dan metode manufacturing yang lebih baku. Dalam hal ini perusahaan Negara maju beruntung dapat mengalihkan output ke Negara berkembang di mana tersedia tenaga kerja lebih murah meskipun lebih rendah keterampilannya.

Strategi aliansi antar perusahaan di wilayah Negara-negara maju mencerminkan kemajuan dalam kegiatan bisnis internasional yang dilakukan oleh perusahaan multinasional dalam memperluas wilayah pemasarannya. Tetapi, meskipun dapat mengurangi arus investasi swasta Negara-negara maju ke Negara-negara berkembang , strategi aliansi juga mengakibatkan dampak yang bersifat mengancam kegiatan bisnis internasional perusahaan-perusahaan Negara berkembang serta mepersulit penetrasi produk Negara berkembang ke Negara maju

Melalui usaha menarik investasi asing untuk memanfaatkan jaringan produksi dan pemasaran internasional, industrialisasi dan kegiatan ekspor Negara berkembang akan membawa suatu industry pada tahap pengembangan yang lebih maju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: