Surat berharga dan pasar modal kisi-kisi UTS

Surat berharga adalah surat pengakuan hutang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit atau setiap derivatif dan surat berharga atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal maupun pasar uang, (UU No. 7/1992 tentang Perbankan).

Surat Berharga versi catatan: Surat bukti tuntutan utang pem.bawa hak dan mudah diperjualbelikan.

Unsur-unsur SB:

  • Surat bukti tuntutan utang
  • Pembawa hak
  • Mudah diperjualbelikan

Bentuk dan cara pengalihan SB

  • Benda tak berujud (berupa hak)
  • Sengaja dikeluarkan untuk bukti
  • Ditandatangani

    —oleh karena SB adalah fakta

  • Menurut bentuknya
    • Op naam (atas nama)
    • An order (atas tunjuk-atas pengganti_
    • An toender (atas bawa-atas tunjuk)

Cara pengalihan : Pasal 613 KUHperdata

  • Op naam
  • Surat berharga yang mencamtumkan nama yang berhak atas SB tersebut
  • Cara pengalihannya dilakukan dengan cessie
  1. Membuat akta pengalihan
  2. Diserahkan
  3. Diberitahukan kepada debitu untuk disetujui
  4. Berarti memerlukan formalitas yang cukup rumit dan merepotkan
  5. Akibatnya menyulitkan peredaran surat berharga
  • Karena itulah SB op naam sering pula digolongkan bukan SB
  • An order
  • An order adalah SB yang menyebut kreditur yang berhak tetapi disertai klausul kepada pengganti
  • Cara pengalihannya dengan endosemen yaitu membuat pernyataan dibelakang SB
  • Diikuti dengan penyerahan SB ybs
  • Ada formalitas tetapi tidak menimbulkan kesulitan
  • An toender
  • SB yang tidak menyebutkan nama krediturnya
  • Cara pengalihannya dengan onder hand atau di bawah tangan –by hand-tangan ke tangan dengan menyerahkan langsung SB ybs
  • Tidak memerlukan formalitas

Penggolongan Surat Berharga berdasarkan perikatan dasar

  1. Zakenrechttelijke papieren (surat yang bersifat hokum kebendaan)
  • Isi perikatan dasarnya adalah untuk menyerahkan barang yang tercantum dalam surat berharga itu. Akibat hokum penyerahan surat-surat itu kepada pihak lain ialah penyerahan barang yang tercantum didalamnya. Contoh: Konosemen Pasal 517a KUHD. Pada konosemen pengangkut mengikatkan diri untuk menyerahkan barang-barang yang disebutkan di dalam konosemen itu kepada pemegangnya. Konosemen diterbitkan atas unjuk dan atas pengganti
  • Ceel, orang yang menerima penyimpanan barang di gudang, mengikatkan diri untuk menyerahkan barang guna diangkut selanjutnya.
  1. Lidmaatschapspapieren (surat tanda keanggotaan dari suatu persekutuan)
  • Isi perikatan dasarnya ialah hak-hak tertentu yang diberikan oleh persekutuan kepada pemegangnya , missal hak suara dalam rapat, hak memperoleh keuntungan atau deviden. Contoh : surat saham perseroan terbatas, perseroan komanditer, surat keanggotaan koperasi. Surat saham pada umumnya diterbitkan atas unjuk dan atas nama.
  1. Schuldvorderingspapieren (surat-surat tagihan hutang)
  • Isi perikatan dasarnya adalah untuk membayar sejumlah uang, artinya pemegang surat berharga itu berhak mendapatkan pembayaran sejumlah uang yang tercantum didalam surat berharga dari penandatangan. Diatur dalam buku I title 6 dan 7 KUHD, yang terbagi menjadi 3 kategori

    … Surat sanggup membayar atau janji membayar

    …Syrat perintah membayar, yaitu wesel dan cek

    …Surat pembebasan hutang

Perikatan Dasar

  • Perikatan dasar merupakan latar belakang diterbitkannya surat berharga oleh penerbit sebagai pemenuhan isi perjanjian.
  • Dengan demikian mengikatnya surat berharga antara penerbit dan pemegang karena ada perikatan dasar.

Tangkisan Surat berharga

  • Upaya tangkisan absolute timbul dari surat berharga itu sendiri, yang dianggap sudah diketahui umum. Jadi melekat pada surat berharga itu sendiri. Hal atau keadaan yang timbul dari surat berharga itu

Tangkisan Mutlak (Exception in rem)

  • Cacat bentuk surat berharga
  • Lampau waktu (daluarsa) dari surat berharga
  • Kelainan formalitas dalam hal melakukan regres.

Jenis-jenis surat berharga

A. Surat berharga dalam KUHD

Ketentuan-ketentuan megenai surat berharga diatur dalam Buku I titel 6 dan titel 7

KUHD yang berisi tentang :

1. Wessel

2. Surat sanggub

3. Cek

4. Kwitansi-kwitansi dan promes atas tunjuk

5. Dan lain-lain

ad.1. Surat wessel adalah surat berharga yang memuat kata wessel didalamnya, diberikan tanggal dan ditandatangani disuatu tempat, dalam mana sipenerbit memberi perintah tanpa syarat kepada tersangkut untuk pada hari bayarmembayar sejumlah uang kepada orang (penerima) yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya disuatu tempat tertentu.

Syarat-syarat formil bagi suatu wessel diatur dalam pasal 100 KUHD bahwa.

suatu surat wessel harus memenuhi hal-hal sebagai berikut:

a. Kata “wesel”, disebut dalam teksnya sendiri dan di istilahkan dalam bahasa surat itu;

b. Perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu;

c. Nama si pembayar/tertarik;

d. Penetapan hari bayar;

e. Penetapan tempat dimana pembayaran harus dilakukan;

f. Nama Orang/pihak kepada siapa atau pihak lain yang ditunjuk olehnya pembayaran harus dilakukan;

g. Tanggal dan tempat ditariknya surat wesel;

h. Tanda tangan pihak yang mengeluarkan (penarik)

Kedelapan syarat tersebut diatas harus selalu tercantum dalam surat wesel. Tidak dipenuhinya salah satu syarat tersebut maka surat itu tidak berlaku sebagai

surat wesel kecuai dalam hal-hal berikut:

– Kalau tidalk ditetapkan hari bayarnya maka wesel itu dianggap harus dibayar pada hari diunjukkannya (wesel unjuk)

– Kalau tidak ditetapkan tempat pembayaran tempat yang ditulis disamping nama tertarik dianggap sebagai tempat pembayaran dari tempat dimana tertarik berdomisili.

– Kalau tidalk disebutkan tempat wesel itu ditarik, maka tempat yang disebut disamping nama penarik. dianggap tempat ditariknya wesel itu.

Bagi surat wesel yang penyimpangannya tidak seperti tersebut diatas, maka surat wesel itu bukan wesel yang sah, dan pertanggungan jawabnya dibebankan kepada orang yang menandangani surat wesel itu.

A.d.2. Surat Sanggub.

Surat sanggub adalan surat berharga yang memuat kata “aksep” atau Promes dalam mana penerbit menyanggupi untuk membayar sejumlah yang kepada orang yang disebut dalam surat sanggub itu atau penggantinya atau pembawanya pada hari bayar.

Ada dua macam surat sanggub, yaitu surat sanggub kepada pengganti dan surat sanggub kepada pembawa. Agar jangan tinggal keragu-raguan HMN Purwosutjipto, menyebutkan surat sanggub kepada pengganti dengan “surat sanggub” saja, sedangkan surat sanggub kepada pembawa disebutnya “surat promes”.

Surat sanggub mirip dengan surat wesel, tetapi berapa syarat pada surat wesel tidak berlaku pada surat sanggub, perbedaannya dengan surat wesel adalah:

a. Surat sanggub tidak mempunyai tersangkut;

b. Penerbit dalam surat sanggub tidak memberi perintah untuk membayar, tetapi menyanggulpi untuk membayar;

c. Penerbit surat sanggub tidak menjadi debitur regres, tetapi debitur surat sanggub;

d. Penerbit tidalk menjamin seperti pada penerbit wesel, tetapi melakukan pembayaran sendiri sebagai debitur surat sanggub.

e. Penerbit surat sanggub merangkap kedudkan sebagai akseptan pada wesel yaitu mengikatkan diri untuk membayar.

Sebagaimana dengan surat wesel, Undang-Undang juga mengharuskan adanya berapa syarat yang harus terdapat dalam surat sanggub supaya dapat

disebutkan surat seperti yang diatur dalam pasal 174 KUH Dagang yaitu :

– baik clausula: sanggub”, maupun nama “surat sanggub” atau promes atas pengganti yang dimuatkan didalam teks sendiri, dan dinyatakan dalam bahasa dengan mana surat itu disebutkan .

– Janji yang tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah tertentu.

– Penunjkan hari gugur.

– Penunjukan tempat, dimana pembayaran harus terjadi.

– Nama orang, kepada siapa atau kepada penggantinya pembayaran itu harus dilakukan.

– Penyebutan hari penanggalan, beserta tempat, dimana surat sanggub itu ditanda tangani.

– Tanda tangan orang yang mengeluarkan surat itu.

ad.3. CEK

Cek adalah surat berharga yang memuat kata cek/cheque dalam mana penerbitannya memerintahkan kepada bank tertentu untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya disebut dalam cek, penggantinya, pembawanya pada saat ditunjukkan. Dalam pasal 178 KUHD ditentukan syaratsyarat yang harus dipenuhi bagi suatu cek dan kalau salah satu syarat dalam pasal, tersebut tidak dipenuhi, maka kertas itu tidak dapat diperlakukan sebagai cek.

Syarat-syarat tersebut adalah:

a. Pada setiap cek harus terdapat kata cek dan dinyatakan dalam bahasa cek itu ditulis;

b. Perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah tertentu;

c. Nama orang (bankir) yang harus membayar;

d. Penunjukkan tempat dimana pembayaran harus terjadi;

e. Penyebutan tanggal serta ‘tempat dimana cek ditertibkan;

f. Tanda tangan dari orang yang menerbitkan cek

Berdasarkan pasal 180 KUHD, cek itu harus diterbitkan pada seorang bankir yang mempunyai fonds untuk dipergunakan oleh penerbit. Dana tersebut dapat disetor sendiri oleh orang yang mengeluarkan cek dapat pula dipinjamkan dahulu oleh suatu bankir, yang memberi kredit kepada yang mengeluarkan cek kosong.

Mengenai penyetoran tersebut belakangan ini yang harus melunasi kredit itu adalah yang menerbitkan cek tersebut, kalau tidak ada dana maka mengeluarkan cek itu adalah cek kosong.

Mengenai kewajiban meyediakan dana ini Mahkamah Agung RI (MARl) pernah mengeluarkan keputusan tanggal 27 Mei 1970 yang berbunyi: Dalam hukum cek bagaimanapun, kedaannya seorang penarik tetap berkewajiban, bagi cek yang di tariknya disediakan dana yang cukup.

ad.4. Kwitansi-kwitansi dan promes atas tunjuk

Yang dimaksud dengan kwitansi atau kwitansi atas untuk dapat kita lihat dari definisi yang dikemukakan oleh Mr. Chr Zevenbergen yang dikutip oleh Emy Pangaribuan yaitu: Kwitansi atas unjuk adalah suatu surat yang ditanggali, diterbitkan oleh penanda tangannya terhadap orang lain untuk suatu pembayaran sejumlah uang yang ditentukan didalamnya kepada penunjuk (atas unjuk) pada waktu diperlihatkan. Dalam kwitansi atas unjuk tersebut tidak disyaratkan tentang selalu adanya klausula atas unjuk.

B. Surat Berharga Diluar KUHD

Surat berharga, tidak hanya terdapat dalam KUHD tetapi selain itu masih banyak lagi, akibat dari perkembangan masyarakat dan kebutuhan praktis dunia perdagangan sehingga hukum itu selalu ketinggalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Surat-surat berharga di luar KUHD itu antara lain:

1. Bilyet Giro

2. Travels Cheque

3. Credit Card

4. MCO (dibahas secara khusus dalam Bab IV)

ad.1. Bilyet Giro

Bilyet Giro adalah surat perintah tak bersayarat dari nasabah yang telah di bakukan bentuknya kepada bank penyimpan dana untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening giro yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya, kepada bank yang sama atau kepada bank lainnya (Purwosutjipto), dengan demikian pembayaran dana Bilyet Giro tidak dapat dilakukan dengan uang tunai dan tidak dapat di pindah tangan kan melalui endosemen (SK Direksi Bank Indonesia No.4/670, Sub 1).

Kedudukan Bilyet Giro dengan cek hampir sama, hanya bedanya cek adalah alat pembayaran tunai sedangkan bilyet giro merupakan alat pembayaran yang bersifat giral, dengan cara memindah bukukan sejumlah dana dari sipenerbit. Bilyet Giro merupakan surat yang berharga karena tidak boleh endosemen kepada orang lain. Karena di endosemen saja dilarang, apalagi diserahkan secara phisik sudah tentu dilarang. Karena larangan untuk diendosemen, itu berarti arangan juga untuk menjual kepada orang lain dengan kata lain sukar (tidak boleh) diperjual belikan.

Pengaturan mengenai Bilyet Giro ini didasarkan kepada SEBI No. 4/670

UPPB/PBB tanggal 24 Januari 1972 yang berisikan tentang :

a. Pengertian dari Bilyet Giro

b. Bentuk Bilyet Giro

c. Tenggang waktu berlakunya bilyet giro

d. Pengisian bilyet giro

e. Kewajiban menyediakan dana dan sanksi bilyet giro kosong

f. Pembatalan bilyet giro.

g. Tata cara perhitungan bilyet giro antar bank setempat

h. Penyimpangan bentuk/masa peralihan.

SEBI ini bertujuan untuk mengatur prosedur pemakaian alat-alat pembayaran giral dalam bentuk bilyet giro untuk seluruh bank umum dan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia.

Ad.2. Travels Cheque

Travels cheque atau cek perjalanan adalah surat yang berharga dikeluarkan oleh sebuah bank, yang mengandung nilai, dimana bark penerbit sanggub membayar sejumlah uang sebesar nilai nominalnya kepada orang yang tanda tangannya tertera ada cek perjalanan itu. Adapun istilah yang dipakai untuk cek perjalanan ini bermacam-macam tergantung dari bank penerbitnya. Travels Cheque biasanya mempunyai dua bentuk kata CB. Drover dan RWB Bosley. Bentuk yang pertama ialah dengan dinyatakan diterbitkan oleh orang yang berpergian dan bank yang mengeluarkannya ikut serta menanda tangani atau bentuk kedua, diterbitkan oleh bank atas dirinya sendiri dan ikut serta ditanda tangani oleh orang yang berpergian.

Orang dapat membeli cek perjalanan ini dengan cara membeli pada bank penerbit atau agen-agennya dengan harga nominal ditambah dengan ongkos administrasi. Pada waktu membeli travel cheque pembeli harus membutuhkan tanda tangan dalam travel cek dihadapan penjual. Juga pada waktu menguangkan pemegang travel cheque tidak perlu membayar apa-apalagi, cukup bubuhkan tanda tanqan lagi.Bila travel cheque hilang atau dicuri orang maka bank penerbit atau agennya dapat menggantinya bila di laporkan hilang. Jangka waktu berlakunya cek perjalanan ini tanpa batas, yang membedakannya dengan cek biasa yang masa berlakunya 70 hari. Cek perjalanan ini diterbitkan dalam kurs nilai rendah sampai tinggi. Yang penting diingat tanda bukti pembelian dsimpan terpisah dengan cek, perjalanannya, supaya walaupun cek perjalanannya hilang surat tanda pembelian ini menguatkan keyakinan kepada bank penerbit bahwa pelapor adalah benar-benar pemegang (pemilik) cek yang hilang. Jadi apabila diteliti fungsi dan peranan cek perjalanan adalah sebagai berikut:

a. Bahwa seorang yang melakukan perjalanan tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah yang banyak

b. Orang tersebut akan merasa dari resiko perampokan dan kehilangan uang.

Syarat-syarat formal yang biasanya terdapat didalam suatu cek perjalanan, adalah sebagai berikut:

– Nama Travels Gheque secara Tersendiri

– Nilai nominal dari travels cheque

– Nama bank yang mengeluarkan

– Nomor seri dari tanggal pengeluaran cek perjalanan

– Tanda tangan orang yang berpergian pada waktu pembelian TC tanda tangan pada

waktu penguangan cek perjalanan

– Perintah membayar tanpa syarat

– Dapat dibayarkan sebagai alat pembayaran yang sah

– Tanda tangan dari bank penerbit.

ad.3. Credit Card

Credit card atau kartu kredit adalah kartu plastik yang dikeluarkan oleh issuer yaitu bank atau lembaga keuangan lainnya, yang fungsinya adalah sebagai pengganti uanq tunai. Seperti beberapa defenisi yang dikemukakan oleh para ahli

antara lain:

Imam Prayogo dan Joko Prakoso, menyatakan “credit card” adalah suatu jenis alat pembayaran, sebagai pengganti uang tunai dimana kita sewaktu-waktu dapat menukarkan apa saja yang kita inginkan, yaitu ditempat, dimana saja ada cabang yang dapat menerima credit card, dari bank atau dari bank atau perusahaan yang mengeluarkannya.

Thomas Suyatno menulis, credit card atau kartu kredit card adalah alat pembayaran yang berupa sebuah kartu yang terbuat dari sejenis pelastik dimana dicetak nama sipemegang kartu tersebut, nomor kenaggotaannya dan contoh tanda tangannya.

Dari pengertian diatas dapat dilihat bahwa credit card it mempunyai ciri-ciri dari suatu credit card yaitu merupakan kartu plastik yang berukuran hampir sama dengan kartu tanda penduduk (KTP) yang berisikan:

a. Keterangan tentang Badan Hukum perusahaan/bank penerbit (Nama/Logo)

b. Kata Card atau dalam istilah Indonesia Kartu

c. Identitas pemegang kartu

d. Tanda tangan pemegang kartu

e. Nomor urut credit card

f. Keterangan masa berlaku kartu

Dengan pencantuman nama/identitas pemegangnya kartu, ini menjadi tanda pengenal baginya bahwa dengan menunjukan kartu kepada merchant tertentu, ia akan memperoleh, fasilitas yang terkait dengan credit card itu. Selain itu pemegang credit card dapat membeli barang dan jasa tanpa harus membayar saat itu juga.

Itulah sebabnya kartu ini disebut kartu kredit, oleh karena kartu ini kepada merchant telah diberi jaminan oleh penerbit bahwa kredit pemegang akan dilunasi oleh penerbit setelah adanya perjanjian terlebih dahulu. Credit card dalam prakteknya bermacam jenisnya yang dapat dibedakan dari

segi :

Tujuan Penerbit (Issuer)

– Kartu kredit umum, tujuannya untuk mencari keuntungan bagi penerbit itu sendiri yang terdiri dari “bank card” yang di terbitkan oleh bank seperti: Master Card, Visa Card dan lain-lain. “National Card” yang diterbitkan oleh lembaga keuangan bukan bank seperti: American Expres, Dinners Club dan lain-lain.

– Credit Card khusus, tujuannya untuk memperlancar usaha perusahaan tersebut, dengan memperkenalkan hasil-hasil produksi jadi bukan mencari laba semata.

Fungsinya:

– Credit card, yang dalam penggunaannya sebagai alat pembayaran dalam membayar tagihannya pemegang kartu tidak membayar sekaligus seluruh rekening tetapi bertahap dengan batasan tertentu berapa harus dibayar, dan sisanya dibayar dalam jangka waktu tertentu yang telah ditentukan oleh penerbit dalam perjanjian dan ditambah dengan bunga.

– Charge card, atau kartu pembayaran lunas. Pemegang charge card ini harus melunasi seluruh tagihan yang disodorkan kepadanya tanpa diberi waktu untuk menunda atau mengangsur.

Fasilitas yang diberikan:

– American ekspress card mengeluarkan tiga jenis yaitu “Premier Card” dan “Green Card”, ini diberikan kepada kalangan umum dengan batas pembelanjaan US $ 2500 dengan penghasilan US $ 15.000. “Gold Card” kartu ini diberikan kepada kalangan tertentu (direktur) atau sederajat dengan penghasilan rata-rata US $ 40.000/tahun. “Platina Card” diberikan pejabat tinggi (executive) menteri atau konglomerat.

– Master card, yang mengeluarkan dua jenis kartu yaitu, “Ordinary Card yang diperuntukan bagi golongan masyarakat yang mampu atau menengah keatas dengan penghasilan Rp. 10.000.000/tahun. “Gold card” ini diperuntukan bagi golongan menengah dengan penghasilan dibawah Rp.10.000.000,- dari lain-lain.

Dari segi, pemegangnya credit card terdiri dari “Personal/Company Card

suplementery Card.

One Response to Surat berharga dan pasar modal kisi-kisi UTS

  1. Tri Satria says:

    Trimakasih sebelumnya atas postingan artikel ini, sangat bermanfaat buat sy pribadi, sy sdg memprogram mata kuliah Surat-surat berharga. Saya punya sedikit pertanyaan untuk PakHendra, apa saja perbedaan anatara surat-surat berharga yang berada dalam KUHD (cek, wesel, dll), dengan yang berada di luar KUHD (Credit Vard, Travel Cek, dll)? Trimakasih banyak sebulmnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: