Islam dan Disiplin Ilmu : Teori receptie

PEMBAHARU ISLAM

Ibnu taimiyah (1263-1328) merupakan pembaharu islam pada masa umat islam sedang terpuruk

Ibnu qayyim (1292-1356)

Muhammad bin abdul wahab (1703-1787)

Jamaluddin al afghani (1834-1897)à Ingin umat islam bebas dari jajahan,sebab umat islam mundur karena dijajah

PAN ISLAMISME

Muhammad abduh (1849-1905) à Seorang pemikir muslim, disertasi Charles c.adam judulnya “islam and modernism in egyht”

Inti pemahaman Islam M.Abduh menurut Charles c.adam

  1. Membersihkan islam dari pengaruh-pengaruh dan kebiasaan-kebiasaan yang bukan islam
  2. Mengadakan pembaharuan islam dalam system pendidikan terutama perguruan tinggi
  3. Merumuskan dan menyatukan kembali ajaran Islam menurut alam pikiran modern
  4. Mempertahankan/membela agama islam dari pengaruh/serangan dari agama lain
  5. Membebaskan negri-negri yang penduduknya beragama Islam dari belenggu penjajahan

Teori Receptie lahir untuk membendung Pan Islamisme dari pemikiran diatas

  • STBL 1915 :732 à januari 1919 à tidak memasukkan fiqh jinayah dan hokum pidana yang di berlakukan adalah hokum pidana dari belanda
  • Dia berusaha untuk menghancurkan hokum Islam dalam ketatanegaraan dan politik dengan melarang pengajian dan penguraian Alquran dan Hadits dalam bidang tat Negara dan politik
  • Bidang ilmu keamalan dipersempit dalam bidang perkawinan dan pewarisan dan mengupayakan hokum kewarisan tidak dijalankan umat islam, caranya.
  1. Mencabut wewenang Recht (pengadilan) agama untuk memutuskan masalah waris
  2. Memberi kewenangan masalah waris pada Land Recht (pengadilan negri)
  3. Melarang penyelesaian dengan hokum Islam apabila di kasus/ditempat tersebut ada hokum adat

Teori Receptie exit à Prof. Mr. Dr Hazairin

àSetelah Indonesia merdeka tepat nya setelah proklamasi Indonesia dan UUD1945 dijadikan UUD Negara RI semua Per Undang-undangan Hindia Belanda yang berdasarkan teori Receptie bertentangan dengan UUD1945 disamping itu teori tersebut harus exit (keluar) dari tata hokum Indonesia merdeka dan teori Receptie itu bertentangan dengan Alquran dan A-sunnah. Alasan pokok nya pasal 29 UUD 1945

Penafsiran beliau pada pasal 29 ayat (1) UUD 1945

  1. Dalam Negara RI tidak boleh terjadi/berlaku sesuatu yang bertentangan dengan kaidah-kaidah Islam bagi umat Islam atau bertentangan dengan kaidah-kaidah nasrani bagi umat nasrani atau yang bertentangan dengan kaedah-kaedah agama hindu bali bagi orang bali atau yang bertentangan dengan moral kesusilaan budha bagi orang-orang budha
  2. Negara RI wajib menjalankan syariat Islam bagi orang Islam, syariat nasrani bagi orang nasrani dan syariat Hindu bali untuk orang bali, menjalankan syariah tersebut memerlukan bantuan kekuasaan Negara
  3. Syariat yang tidak memerlukan bantuan kekuasaan Negara untuk melaksanakannya dank arena itu dapat dijalankan sendiri oleh setiap pemeluk agama yang bersangkutan menjadi kewajiban pribadi terhadap Allah bagi orang itu yang dijalankan sendiri menurut Agamanya Masing-masing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: