Sosiologi Hukum

Ada tiga penyebab sarjana hukum Indonesia menganut positifisme :

  1. tidak banyak  melakukan penelitian hukum di lapangan
  2. tidak banyak melakukan kritik-kritik terhadap hukum
  3. beranggapan sistem hukum tidak bisa dirubah

hukum harus mengandung tiga nilai idealitas :

  1. Kepastian à yuridis
  2. Keadilan à Filosofis
  3. Kemanfaatan à Sosiologis

Menurut Prof. Satjipto Rahardjo, ada 3 karakteristik sosiologi hukum sebagai ilmu :

  1. Bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap praktek-praktek hukum
  2. Menguji empirical validity dari peraturan/pernyataan dan hukum

Tidak melakukan penilaian terhadap perilaku hukum

Obyek Sosiologi Hukum

  • Beroperasinya hukum di masyarakat ( ius operatum) atau law in action dan pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat.
  • Dari segi statiknya (struktur) : kaidah sosial, lembaga sosial, kelompok social dan lapisan sosial.
  • Dari segi dinamiknya ( proses sosial), interaksi dan perubahan sosial.

PERUBAHAN SOSIAL DAN HUKUM ( SOCIAL CHANGE ).

Hukum       –>       Social Change   –>    hukum akan merespon perubahan sosial jika ada sosial change, masalahnya hampir sebagian hukum tidak selalu bisa mengikuti perubahan sosial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan / keefektifan hukum:

  1. Hukum/UU /peraturan.
  2. Penegak hukum ( pembentuk hukum maupun penerap hukum).
  3. Sarana atau fasilitas pendukung.
  4. Masyarakat
  5. Budaya hukum (legal cultur).

Faktor yang mempengaruhi keefektifan hukum:

  1. Mudah tidaknya ketidaktaatan atau pelanggaran hukum itu dilihat/ disidik. Makin mudah makin efektif.Contoh :Pelanggaran narkoba (hukum pidana) lebih mudah dari pada pelanggaran hak asasi manusia(HAM).
  2. Siapakah yang bertanggung jawab menegakkan hukum yang bersangkutan. Contoh narkoba: tanggung jawab negara : leih efektif, HAM : taggung jawab individu/ warga : kurang efektif.

Syarat agar hukum efektif (ibid) :

  1. UU dirancang dg baik, kaidahnya jelas, mudah dipahani & penuh kepastian.
  2. UU sebaiknya bersifat malarang ( prohibitur) dan bukan mengharuskan/ membolehkan ( mandatur).
  3. Sanksi haruslah tepat dan sesuai tujuan.
  4. Beratnya sanksi tidak boleh berlebihan( sebanding dengan pelanggarannya).
  5. Mengatur terhadap perbuatan yang mudah dilihat.
  6. Mengandung larangan yang berkesesuaian dengan moral.
  7. Pelaksana hukum menjalankan tugasnya dg baik, menyebarluaskan UU, penafsira seragam dan konsisten.

Sosiologi hukum

adalah merupakan suatu disiplin ilmu dalam ilmu hukum yang baru mulai dikenal pada tahun 60-an. Kehadiran disiplin ilmu sosiologi hukum di Indonesia memberikan suatu pemahaman baru bagi masyarakat mengenai hukum yang selama ini hanya dilihat sebagai suatu sistem perundang-undangan atau yang biasanya disebut sebagai pemahaman hukum secara normatif. Lain halnya dengan pemahaman hukum secara normatif, sosiologi hukum adalah mengamati dan mencatat hukum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari dan kemudian berusaha untuk menjelaskannya. Sosiologi Hukum sebagai ilmu terapan menjadikan Sosiologi sebagai subyek seperti fungsi sosiologi dalam penerapan hukum, pembangunan hukum, pembaharuan hukum, perubahan masyarakat dan perubahan hukum,dampak dan efektivitas hukum, kultur hukum.

MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI

n  Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dlm ngr/masyarakat.

n  Mengetahui  efektifitas berlakunya   hukum positif di dalam masyarakat.

n  Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat.

n  Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat.

n  Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat.

FUNGSI HUKUM DI DLM MASYARAKAT

1.            SBG SARANA KONTROL SOSIAL.

Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada.

2. Pendekatan Autonomy.

Fokusnya adl kajian thd ideologi, prinsip-2, doktrin-2, dik prof hk yg mandiri dkm kaitan manajmen, orgs dll.

3.            SBG SARANA REKAYASA SOSIAL.

Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku   masyarakat, bukan utk memecahkan masalah sosial.

4.            Pendekatan value free.

Fokusnya adl kajian tgd isu-2 ttg keadilan kelas, pola-2  diskriminasi rasial. Hk dlm upy pemecahan mslh sosial spt kemiskinan, kelas pekerja, jender, anak-2, manula & gol yg tertindas.

Comments are closed.

%d bloggers like this: