Sosiologi Hukum : Perubahan Hukum

June 15, 2010

Perubahan Hukum

Pemikiran Hukum Berubah akibat

  • Perubahan besar dalam masyarakat
  • Perkembangan teknologi
  • Tekanan-tekanan yang disebabkan pertambahan penduduk

Pola piker tentang hukum dan masyarakat, tergantung konservatif atau tidaknya golongan yang berkuasa:

  • Negara/golongan yang eksklusif, akan konservatif
  • Negara maju akan konservatif
  • Negara baru merdeka lebih progresif untuk mengubah hukum karena
    • Keinginan untuk menghapuskan peninggalan colonial secepatnya
    • Harapan-harapan yang ditimbulkan pada masyarakat dengan tercapainya kemerdekaan

 

Dua kategori perubahan

  • Perubahan yang lambat atau incremental, bertambah sedikit demi sedikit
  • Perubahan dalam skala besar, atau perubahan revolusioner

Contoh :

Perubahan yang lambat

  • Menambah atau mengubah aturan dengan metoda penafsiran dan konstruksi hukum

Perubahan yang revolusioner

  • Perubahan departemen
  • Sentralisasi ke otonomi daerah
  • Pelaksanaan new deal di AS
  • Dihapuskannya praktek potong kepala di Kalimantan oleh PEM.BLD

Pembuatan Hukum

Tahap-tahap pembuatan hukum

  • Tahap inisiasi
  • Tahap sosio politis
  • Tahap yuridis

Bekerjanya hukum dalam masyarakat

3 macam hal berlakunya hukum sebagai kaidah:

  • Kaidah hukum berlaku secara yuridis
  • Kaidah hukum berlaku secara sosiologis
  • Kaidah hukum berlaku secara filosofis

Pelaksanaan Hukum

Pada masyarakat sederhana:

  • Consensus dapat diandalkan
  • Terdapat nilai-nilai yang bersifat kooperatif
  • Tidak terdapat lembaga-lembaga khusus
  • Terdapat dominasi social atas anggota-anggota masyarakat

Pada masyarakat modern

  • Consensus tidak selalu menentukan
  • Selalu terdapat nilai-nilai yang bertentangan
  • Lembaga-lembaga pemerintahan berkembang
  • Bentuk dominasi bercampur
  • Berbagai jenis sanksi-sanksi bertambah meningkat
  • Terdapat perbedaan pendapat tentang sarana dan tujuan
  • Jumlah dan jenis struktur kekuasaan bertambah
  • Timbul in groups
  • Terjadi pelapisan sosial

Sosiologi Hukum : Lengkap 2

April 10, 2010
  • Sosiologi hukum awalnya para ahli hukum hanya memperhatikan masalah QUID JURIS saja dan para sosiolog hanya menguraikan QUID FACTI saja (dua dunia ilmu yang berbeda) sehingga untuk mempertahankan hidupnya sosiologi hukum harus melawan dua kubu yaitu sosiologi dan ahli hukum yang menggugat sahnya sosiologi hukum sebagai bidang ilmu yang berdiri sendiri
  • Sosiologi hukum dianggap akan menghancurkan hukum sebagai norma, sebagai asas yang mengatur fakta-fakta,dan sebagai suatu penilaian. Menurut roscoe pound kemajuan terpenting dalam ilmu hukum modern adalah perubahan pandangan dari analitis kepada pandangan fungsional O.W Holmes. Kehidupan hukum itu tidak menurut logika, melainkan merupakan pengalaman
  • Positivisme hukum saat ini tidak siap melayani kebutuhan masyarakat, yang disebabkan:
  1. Kemajuan teknologi
  2. Terus berkembangnya cara pandang yang bersifat positivistic (kritis)
  3. Perubahan cara pandang, perkembangan masyarakat dan hukum
  4. Produk hukumnya hanya melegitimasi kepentingan-kepentingan tertentu
  5. Hanya untuk melahirkan effective lawyers
  • Menurut aag peters sosiologi hukum tidak dapat dirumuskan secara tegas dengan batas-batas yang tegas. Sosiologi hukum bukan sekedar berorientasi pada fakta-fakta empiris yang bebas nilai, tetapi untuk memahami sosiologi hukum harus dapat melihat nilai-nilai hukum dari realisasinya dalam kehidupan sosial.
  • Norma hukum harus ada nilai-nilai moral, etika, sopan santun, agama dan berbagai kepentingan hukum modern telah mengabaikan nilai-nilai tersebut karena rumusan pasalnya kering dengan nilai-nilai norma hukum hendaknya mengandung nilai keadilan nilai kepastian dan nilai kemanfaatan (kegunaan)

 

TIGA DIMENSI HUKUM

  1. Mempelajari masalah keadilan dari hukum
  2. Normativitas dari hukum
  3. Realitas dari hukum

Yang menjadi ruang lingkup sosiologi hukum

  • Realitas dari hukum karena sosiologi hukum menyoroti hubungan timbale balik antara hukum dengan proses-proses sosial

KARAKTERISTIK STUDI HUKUM SECARA SOSIOLOGIS

  1. Tujuan
  • Menjelaskan praktek-praktek hukum apa
  • Menguji kesahihan empiris (empirical validity)
  • Tidak memberikan penilaian terhadap hukum
  1. Praktek-praktek hukum
  • Pembuatan undang-undang,penerapan,pengadilan dll
  • Bagaimana pelaksanaan peraturan itu,normative atau sosiologis
  • Mentaati dan yang menyimpang dari hukum merupakan obyek kajian sosiologi hukum
  1. Pengaruh factor
  • Latar belakang (sosial,pendidikan , dsb)
  • Tergantung paham yang dianut
  • Ilmu-ilmu sosial di luar ilmu hukum

Sosiologi hukum : Lengkap

April 9, 2010

Sosiologi hokum sebagai Mata kuliah wajib di fakultas hokum

Mazhab: hokum bertujuan untuk mencapai ketertiban dan keadilan (hokum bersifat anti perubahan

Ditolak oleh mazhab unpad

Hokum dapat merubah sikap dan cara berpikir anggota masyarakat (hokum selalu mengikuti perubahan)

 

Pandangan yang menggabungkan pandangan normative dan sosiologis dalam pembinaan hokum

Pidato Presiden soeharto:

  • Hokum tidak boleh dipergunakan untuk mempertahankan status-quo (anti perubahan) -1975
  • Hokum yang dibentuk harus memperhatikan anasir-anasir sosiologis -1979

Sosiologi Hukum Kelahirannya dipengaruhi oleh disiplin ilmu:

  • Filsafat hokum
  • Ilmu Hukum
  • Sosiologi

 

  1. Filsafat Hukum
  • Aliran Positivisme (hans kelsen)-stufenbau des Recht: hokum bersifat hirakris (hokum tidak boleh bertentangan dengan ketentuan yang lebih atas derajatnya)
  • Mazhab sejarah (carl von savigny) : Hukum itu tidak dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volksgeist)
  • Aliran utility (Jeremy bentham) : Hukum itu harus bermanfaat bagi masyarakat, guna mencapai hidup bahagia.
  • Aliran sociological Yurisprudence (eugen ehrlich) : hokum yang dibuat, harus sesuai dengan hokum yang hidup di dalam masyarakat (living law).
  • Aliran pragmatic legal realism (roscoe Pound) : “law as a tool of social engineering”.
  1. Ilmu hokum

    Ilmu hokum yang menganggap hokum sebagai gejala social banyak mendorong pertumbuhan sosiologi hokum. Berbeda dengan hans kelsen yang menganggap hokum sebgai gejala normative dan hokum harus dibersihkan dari anasir-anasir sosiologis (non-yuridis)

  2. Sosiologi
  • Emile Durkheim, dalam setiap masyarakat selalu ada: pertama, solidaritas mekanis: (terdapat dalam masyarakat sederhana ; hokum bersifat represif ; pidana). Kedua, solidaritas organis (terdapat dalam masyarakat modern ; hokum bersifat restitutif ; perdata)
  • Max weber, dalam hokum terdapat 4 tipe ideal: pertama, irasional formal. Kedua, irasional materil. Ketiga, rasional formal (dalam masyarakat modern dengan mendasarkan konsep-konsep ilmu hokum). Keempat, rasional materil.

 

Sosiologi hukum Pengertian

  • Soerjono soekanto, sosiologi hokum merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang antara lain meneliti, mengapa manusia patuh pada hokum, dan mengapa dia gagal untuk mentaati hokum tersebut serta factor-faktor social lain yang mempengaruhinya (Pokok-Pokok sosiologi hokum)
  • Satjipto rahardjo, sosiologi hokum adalah ilmu yang mempelajari fenomen hokum dengan mencoba keluar dari batas-batas peraturan hokum dan mengamati hokum sebagaimana dijalankan oleh orang-orang dalam masyarakat.
  • Soetandyo wignjosoebroto, sosiologi hukum adalah cabang kajian sosiologi yang memusatkan perhatiannya kepada ihwal hukum sebagaiman terwujud sebagai bagian dari pengalaman dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (hukum; paradigm metode dan dinamika masalahnya)
  • David n. Schiff, sosiologi hukum adalah, studi sosiologi terhadap fenomena-fenomena hukum yang spesifik yaitu yang berkaitan dengan masalah legal relation, juga proses interaksional dan organizational socialization, typikasi, abolisasi dan konstruksi social; (pendekatan sosiologis terhadap hukum)

Pandangan sosiologi terhadap hukum

  • Hukum merupakan lembaga kemasyarakatan (social institution) yang merupakan himpunan nilai-nilai, kaidah-kaidah dan pola-pola perilaku yang berkisar pada kebutuhan-kebutuhan pokok manusia

 

 

  • Hukum adalah suatu gejala social budaya yang berfungsi untuk menerapkan kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan tertentu terhadap individu-individu dalam masyarakat

Yang diselidiki dalam sosiologi hukum

  • Pola-pola perilaku (hukum) masyarakat
  • Hubungan timbale balik antara perubahan-perubahan dalam hukum dengan perubahan-perubahan social budaya

Kaidah hukum : hukum yang tertulis dan yang tidak tertulis

  • Mengatur segala segi kehidupan masyarakat
  • Aspek hukum merupakan factor yang terpenting untuk dapat memahami seluk beluk kehidupan masyarakat
  • Jadi, sifat hakekat dan system hukum merupakan objek kajian yang tidak boleh diabaikan oleh para sosiolog yang khusus memusatkan perhatiannya pada struktur social, perubahan social dan budaya dalam masyarakat tertentu

Sosiologi Hukum : ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara hukum dan gejala-gejala social lainnya secara empiris analitis.

Antropologi hukum : ilmu yang mempelajari pola-pola sengketa dan bagaiman penyelesaiannya pada masyarakat sederhana dan pada masyarakat modern.

Psikologi hukum : ilmu yang mempelajari bahwa hukum itu merupakan perwujudan dari jiwa manusia

Sejarah hukum : ilmu yang mempelajari hukum positif pada masa lampau /hindia belanda hingga sekarang.

Perbandingan hukum : ilmu yang membandingkan system-sistem hukum yang ada di dalam suatu Negara atau antar Negara.

 

Paradigma sosiologi hukum

Ilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara hukum dan gejala-gejala social lainnya secara empiris analitis.cth interaksi hukum dengan:

  1. Kelompok-kelompok social (Tarka, Pramuka, dharma wanita, korpri –anggaran dasar dan ART)
  2. Lembaga-lembaga social (desa, perkawinan, waris, perguruan tinggi- UU Pemda. UU Perkawinan, hukum adat, UU PT)
  3. Stratifikasi (kelas-kelas dalam masyarakat- Psl 27 UUD 1945)
  4. Kekuasaan dan wewenang (presiden – UUD 1945)
  5. Interaksi social (perdata :Pasal 1338 BW)
  6. Perubahan-perubahan social (alam investasi-lahir UUPMA)
  7. Masalah social (kejahatan,pelacuran,kenakalan remaja- KUHPid dan acara Pidana)

Ruang Lingkup

  1. Dasar-dasar social dari hukum

    Cth: HN Indonesia, dasar sosialnya adalah pancasila dengan cirri-cirinya : gotong royong, musyawarah, kekeluargaan.

  2. Efek-efek hukum terhadap gejala-gejala sosial lainnya

    Cth:

  • UU PMA terhadap gejala ekonomi
  • UU pemilu dan kepartaian terhadap gejala politik
  • UU Hak cipta terhadap gejala budaya
  • UU Perguruan Tinggi terhadap pendidikan tinggi

Kegunaan Sosiologi Hukum

Memberikan kemampuan

  1. Memahami hukum dalam konteks sosialnya, Cth. HK.Waris;
  2. Menganalisa dan konstruksi terhadap efektifitas hukum dalam masyarakat, baik sebagai sarana pengendalian sosial maupun sebagai sarana untuk merubah masyarakat , Cth. Pungutan resmi menjadi pungli
  3. Mengadakan evaluasi terhadap efektifitas hukum di dalam masyrakat, berkaitan dengan wibawa hukum

Objek yang disoroti Sosiologi Hukum

  • Hukum dan system sosial masyrakat
  • Persamaan dan perbedaan system-sitem hukum
  • Sifat system hukum yang dualitis
  • Hukum dan kekuasaan
  • Hukum dan nilai-nilai sosial budaya
  • Kepastian hukum dan kesebandingan
  • Peranan hukum sebgai alat untuk merubah masyarakat

Berdasarkan objek yang disoroti tersebut maka dapat dikatakan bahwa:

SOSIOLOGI HUKUM ADALAH ILMU PENGETAHUAN YANG SECARA TERORITIS ANALITIS DAN EMPIRIS MENYOROTI PENGARUH GEJALA SOSIAL LAIN TERHADAP HUKUM DAN SEBALIKNYA

Ada dua model kajian sosiologi hukum

  1. Kajian konvensional

    Lebih menitikberatkan pada control sosial yang dikaitkan dengan konsep sosialisasi, yang merupakan konsep dan proses untuk menjadikan para individu sebagai anggota masyarakat untuk menjadi sadar tentang eksistensi aturan hukum yang berlaku dalam tingkah laku dan pergaulan sosialnya.

     

  2. kajian kontemporer

    pengkajian terhadap masalah-masalah yuridis empiris atas hukum yang hidup dalam masyarakat yang heterogen dan multikultur

 

OBJEK YANG DITELITI

Sosiologi hukum dapat dibagi ke dalam tiga kelompok berikut:

  1. sosiologi hukum yang berobjekan hukum;

    sosiologi hukum yang mengamati tentang hukum postif. (pembahasan mengenai nilai-nilai), legal oriented

  2. sosiologi yang berobjekan para pelaku hukum;

    khusus mengamati para pelaku hukum atau aparat penegak hukum cth : sikap prejudice dari hakim pidana terhadap para tersangka berlainan ras.

  3. Sosiologi yang berobjekan pendapat orang mengenai hukum. Objeknya bukan hukum, melainkan pendapat tentang hukum Vth: bagaimana pengaruh dari perbedaan umur,pendidikan, golongan atau status, dan kelas sosial dari masyarakat terhadap tingkat pengetahuan hukum, pendapat hukum, dan kesadaran hukum dari masyarakat tersebut. Bagaiman pendangan masyarakat terhadap para penegak hukum, seperti hakim, jaksa dan advokat, dan lain-lain

Teori-teori dalam Sosiologi hukum

  1. Teori klasik
  • Pelopor: eugen ehrlich (Austria): konsep “living law” yakni hukum yang hidup dalam masyarakat.
  • Tempat hukum dan berkembangnya hukum bukanlah dalam undang-undang atau doltrin (juristic science), melainkan dalam masyarakat.
  • Dalam hal ini, studi tentang hukum dilakukan dengan menganalisis hubungan hukum dengan kelompok sosial dan masyarakat.
  1. Teori makro
  • Pelopor : Max Weber dan Durkheim
  • Inti dari teori makro adalah perlu di dalami keterkaitan antara hukum dan bidang-bidang lain di luar hukum, seperti ekonomi, politik kekuasaan, dan budaya.
  1. Teori empiris
  • Pelopor: Donald black
  • Hukum dapat diamati secara eksternal hukum, dengan mengumpulkan berbagai data dari luar hukum, yang disebut dengan perilaku hukum (behavior of law), sehingga dapat memunculkan dalil-dalil tertentu tentang hukum

Sosiologi Hukum : Pengantar

March 17, 2010

Sosiologi hokum à Ilmu tentang Masyarakat

Sosilogi hokum àilmu yang mempelajari hubungan timbale balik antara hokum dan gejala-gejala social lainnya secara empiris analitis

Gejala-gejala social lainnya à hanya akan mempengaruhi dalam hanya rangka ruang lingkup/tanda tanda

Patologi social = penyakit social

Dan gejala-gejala ini akan menimbulkan hokum, gejal-gejala social adalah fakta atau empiris

Fakta-fakta ini dianalisa oleh hokum

Manfaat mempelajari sosiologi hokum

  • Bias melihat hokum/penerapan hokum secara efektif atau perspektif
  • Dalam rangka membuat rancangan akademis pembuatan hokum
  • Dapat bermanfaat sebagai social control

Ruang lingkup sosiologi hokum

  1. Dasar-dasar social dari hokum (latar belakang lahirnya sosiologi hokum)
  2. Efek-efek hokum terhadap gejala-gejala lainnya , cth: adanya UU tentang agraria sehingga masyarakat diwajibkan hak atas tanah itu ada suratnya

Fakta

  • Fakta social à gejala-gejala social
  • \fakta hokumà Norma apa? Aturannya apa?

Sosiologi Hukum

August 3, 2009

Ada tiga penyebab sarjana hukum Indonesia menganut positifisme :

  1. tidak banyak  melakukan penelitian hukum di lapangan
  2. tidak banyak melakukan kritik-kritik terhadap hukum
  3. beranggapan sistem hukum tidak bisa dirubah

hukum harus mengandung tiga nilai idealitas :

  1. Kepastian à yuridis
  2. Keadilan à Filosofis
  3. Kemanfaatan à Sosiologis

Menurut Prof. Satjipto Rahardjo, ada 3 karakteristik sosiologi hukum sebagai ilmu :

  1. Bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap praktek-praktek hukum
  2. Menguji empirical validity dari peraturan/pernyataan dan hukum

Tidak melakukan penilaian terhadap perilaku hukum

Obyek Sosiologi Hukum

  • Beroperasinya hukum di masyarakat ( ius operatum) atau law in action dan pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat.
  • Dari segi statiknya (struktur) : kaidah sosial, lembaga sosial, kelompok social dan lapisan sosial.
  • Dari segi dinamiknya ( proses sosial), interaksi dan perubahan sosial.

PERUBAHAN SOSIAL DAN HUKUM ( SOCIAL CHANGE ).

Hukum       –>       Social Change   –>    hukum akan merespon perubahan sosial jika ada sosial change, masalahnya hampir sebagian hukum tidak selalu bisa mengikuti perubahan sosial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan / keefektifan hukum:

  1. Hukum/UU /peraturan.
  2. Penegak hukum ( pembentuk hukum maupun penerap hukum).
  3. Sarana atau fasilitas pendukung.
  4. Masyarakat
  5. Budaya hukum (legal cultur).

Faktor yang mempengaruhi keefektifan hukum:

  1. Mudah tidaknya ketidaktaatan atau pelanggaran hukum itu dilihat/ disidik. Makin mudah makin efektif.Contoh :Pelanggaran narkoba (hukum pidana) lebih mudah dari pada pelanggaran hak asasi manusia(HAM).
  2. Siapakah yang bertanggung jawab menegakkan hukum yang bersangkutan. Contoh narkoba: tanggung jawab negara : leih efektif, HAM : taggung jawab individu/ warga : kurang efektif.

Syarat agar hukum efektif (ibid) :

  1. UU dirancang dg baik, kaidahnya jelas, mudah dipahani & penuh kepastian.
  2. UU sebaiknya bersifat malarang ( prohibitur) dan bukan mengharuskan/ membolehkan ( mandatur).
  3. Sanksi haruslah tepat dan sesuai tujuan.
  4. Beratnya sanksi tidak boleh berlebihan( sebanding dengan pelanggarannya).
  5. Mengatur terhadap perbuatan yang mudah dilihat.
  6. Mengandung larangan yang berkesesuaian dengan moral.
  7. Pelaksana hukum menjalankan tugasnya dg baik, menyebarluaskan UU, penafsira seragam dan konsisten.

Sosiologi hukum

adalah merupakan suatu disiplin ilmu dalam ilmu hukum yang baru mulai dikenal pada tahun 60-an. Kehadiran disiplin ilmu sosiologi hukum di Indonesia memberikan suatu pemahaman baru bagi masyarakat mengenai hukum yang selama ini hanya dilihat sebagai suatu sistem perundang-undangan atau yang biasanya disebut sebagai pemahaman hukum secara normatif. Lain halnya dengan pemahaman hukum secara normatif, sosiologi hukum adalah mengamati dan mencatat hukum dalam kenyataan kehidupan sehari-hari dan kemudian berusaha untuk menjelaskannya. Sosiologi Hukum sebagai ilmu terapan menjadikan Sosiologi sebagai subyek seperti fungsi sosiologi dalam penerapan hukum, pembangunan hukum, pembaharuan hukum, perubahan masyarakat dan perubahan hukum,dampak dan efektivitas hukum, kultur hukum.

MANFAAT MEMPELAJARI SOSIOLOGI

n  Mengetahui dan memahami perkembangan hukum positif (tertulis/tdk tertulis) di dlm ngr/masyarakat.

n  Mengetahui  efektifitas berlakunya   hukum positif di dalam masyarakat.

n  Mampu menganalisis penerapan hukum di dalam masyarakat.

n  Mampu mengkonstruksikan fenomena hukum yg terjadi di masyarakat.

n  Mampu mempetakan masalah-masalah sosial dalam kaitan dengan penerapan hukum di masyarakat.

FUNGSI HUKUM DI DLM MASYARAKAT

1.            SBG SARANA KONTROL SOSIAL.

Suatu proses yg dilakukan utk mempengaruhi orang-2 agar berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yg disepakati bersama. Kontrol sosial dijalankan dg menggerakkan bbrg aktivitas alat ngr utk mempertahankan pola hubungan & kaedah-2 yg ada.

2. Pendekatan Autonomy.

Fokusnya adl kajian thd ideologi, prinsip-2, doktrin-2, dik prof hk yg mandiri dkm kaitan manajmen, orgs dll.

3.            SBG SARANA REKAYASA SOSIAL.

Suatu proses yg dilakukan utk mengubah perilaku   masyarakat, bukan utk memecahkan masalah sosial.

4.            Pendekatan value free.

Fokusnya adl kajian tgd isu-2 ttg keadilan kelas, pola-2  diskriminasi rasial. Hk dlm upy pemecahan mslh sosial spt kemiskinan, kelas pekerja, jender, anak-2, manula & gol yg tertindas.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 47 other followers