Hukum Pidana Ekonomi :Latar Belakang Tindak Pidana Korupsi

Tindak Pidana Ekonomi

Peraturan Per UU an

  • UU no 28 tahun 1999
  • UU no 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Uu no 20 tahun 2001
  • PP No 71 tahun 2000
  • Termasuk pasal-pasal tertentu di dalam KUHPID, KUHAPidana, keputusan pimpinan KPK np KEP-06/P.KPK/02/2004. Keputusan KPK no. KEP-07/P.KPK/02/2004, dan berbagai ketentuan lain

Apa itu Korupsi

  • Asal kata korupsi dari bahasa latin corruption atau corruptus berasal dari kata corrumpere, suatu kata latin yang lebih tua, dari latin ke bahasa eropa seperti inggris yaitu corruption : bahasa eropa seperti inggris yaitu corruption , bahasa belanda yaitu corruptive, korruptie, dari belanda turun ke bahasa Indonesia yaitu korupsi (andi Hamzah)
  • Arti kata korupsi

    Korup: busuk, palsu, suap , buruk, rusak , suka menerima uang sogok, menyelewengkan uang/ dengan menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi (kamus Hukum, 2002)

    Korupsi: kebejatan, ketidakjujuran, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian , penyelewengan atau penggelapan uang Negara atau perusahaan sebagai tempat seseorang bekerja untuk kepentingan pribadi atau orang lain

 

Mengenali Korupsi Membahas

  • Arti korupsi secara umum
  • Pengertian korupsi menurut hukum
  • Jenis-jenis korupsi dan siap-siapa saja yang bisa disebut koruptor
  • Gratifikasi, suap
  • Cirri-ciri korupso
  • Penyebab terjadinya korupsi
  • Motivasi korupsi

Pemahaman Korupsi Berdasarkan Hukum Yang berlaku

  • Pasal 2 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001, korupsi adalah perbuatan secara melawan hukum dengan maksud memperkaya diri/orang lain (perseorangan atau korporasi) yang dapat merugikan keuangan Negara.
  • Unsur-unsur korupsi
  1. Secara melawan hukum
  2. Memperkaya diri sendiri/orang lain
  3. Dapat merugikan keuangan /perekonomian Negara

Secara Melawan Hukum

  • Artinya meskipun perbuatan tersebut tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan (melawan hukum formil) namun apabila perbuatan tersebut dianggap tercela karena tidak sesuai dengan rasa keadilan atau norma-norma kehidupan sosial dalam masyarakat (melawan hukum materil) maka perbuatan tersebut dapat dipidana
  • Kata dapat menunjukan bahwa tindak pidana korupsi telah dianggap ada apabila unsur-unsur perbuatan yang telah dirumuskan terpenuhi, bukan dengan timbulnya akibat.

Mencakup pengertian Korupsi Menurut Badan pemeriksa Keuangan Austria yang dibahas dalam kongres intosa (perhimpunan BPK sedunia) ke XVI di Montevideo Uruguay NOP 1998

  • Bribery and extraction (penyuapan dan pemerasan)
  • Fraud, embezzlement, and theft (kecurangan , penggelapan, dan pencurian)
  • Misappropriation of public resources (penyelewengan sumberdaya Negara)
  • Undu Pavors in exchange for gain ( memberikan kebaikan untuk memperoleh imbalan keuntungan)
  • Abuse of office (penyalahgunaan jabatan nepotism)
  • Over or under changing of tax and duties
  • Tax evasion and smuggling (menghindarkan pajak dan penyelundupan)
  • Unfair requitment

Beberapa Pendapat Pengertian Korupsi

  • David. H. Bayley : korupsi adalah perangsang (seorang pejabat pemerintah) suapan agar ia melakukan pelanggaran kewajibannya
  • Purwadarminta : korupsi adalah perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan sebagainya
  • Secara umum, korupsi itu berkaitan dengan perbuatan yang merugkan kepentingan public atau masyarakat luas untuk keuntungan pribadi atau kelompok
  • Dengan demikian ada 3 fenomena dalam istilah korupsi yaitu : penyuapan (bribery), extraction (pemerasan), dan nepotism (nepotisme)

Memahami Korupsi

  • Untuk emmahami korupsi, maka harus memahami pencurian dan penggelapan
  • Pencurian (pemahaman pasal 362 KUHP) adalah perbuatan secara melawan hukum mengambil barang sebagian atau seluruhnya milik orang lain dengan maksud dimiliki
  • Barang/hak yang berhasil dimiliki bisa diartikan sebagai keuntungan pelaku
  • Rumus: pencurian: secara melawan hukum + mengambil sebagian atau seluruhnya barang atau hak orang lain + tujuannya memiliki atau memperoleh keuntungan.
  • Penggelapan (pemahaman pasal 372 KUHP) adalah pencurian barang/hal yang dipercayakan atau berada dalam kekuasaan di pelaku . ada penyalahgunaan kewenangan oleh pelakurumus:
  • Rumus :Penggelapan = pencurian barang / hak yang dipercayakan atau berada dalam kekuasaan si pelaku + penyalahgunaan kewenagan kepercayaan
  • Korupsi tidak berbeda jauh dengan pencurian dan penggelapan, hanya unsur-unsur pembentuknya lebih lengkap.
  • Rumus korupsi: = (secara melawan hukum + mengambil halo rang lain + tujuan memiliki atau mendapat keuntunngan ) + ada penyalahgunaan kewenangan / kepercayaan ) + kerugian Negara . =penggelapan + kerugian Negara
  • Hadi korupsi kita pahami sebagai penggelapan yang mengakibatkan kerugian Negara

Jenis-Jenis Korupsi

  • Benveniste bukunya bureaucracy (1991), membagi korupsi 4 jenis:
    • Discretionary corruption
    • Illegal corruption
    • Mercenary corruption
    • Ideological corruption
  • Pers beirne dan james messerschmidt dalam criminology (1995) membagi korupsi 4 jenis:
    • Political bribery
    • Political kickbacks
    • Election fraud
    • Corrupt campaign practice
  • Dibedakan lagi: missal
    • Material corruption
    • Intellectual corruption Dll

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 45 other followers

%d bloggers like this: